Pangkalpinang – Pelarian Hasan Basri alias Abas (33), terduga pelaku utama pembunuhan wartawan senior okeyboz.com, akhirnya berakhir. Selasa (12/8/2025) dini hari, sekitar pukul 04.38 WIB, Hasan tiba di Mapolda Kepulauan Bangka Belitung dengan tangan terborgol, dikawal ketat Tim Jatanras yang dipimpin langsung Kasubdit Jatanras AKBP Faisal Fatsey.
Pria yang baru dua bulan bekerja sebagai penjaga kebun untuk korban, Adityawarman, itu langsung digiring masuk ke ruang penyidik Subdit Jatanras untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pejabat Mapolda.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Babel, Kombes Pol Muhammad Rivai Arvan, mengatakan pihaknya masih memiliki waktu 1×24 jam masa penangkapan untuk menggali motif di balik pembunuhan tersebut. “Hari ini fokus memeriksa intensif Hasan dan mengkonfrontasi keterangan antara Hasan dan Martin. Setelah fix keterangannya, baru kami ekspos,” ungkapnya.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah korban, Adityawarman, dilaporkan hilang pada Jumat (8/8/2025) siang. Beberapa jam kemudian, jasadnya ditemukan di dalam sumur dekat kebun miliknya, dengan luka pukulan benda tumpul di kepala.
Tragisnya, korban yang dikenal dermawan ini kerap membantu kebutuhan hidup pelaku di luar gaji bulanan. Namun balasannya, nyawa wartawan senior itu justru direnggut dengan cara keji.
Keluarga korban, yang kini berduka mendalam, mendesak hukuman mati untuk pelaku. “Kami sekeluarga meminta pelaku dihukum seberat-beratnya, kalau bisa hukuman mati,” kata Novi, istri korban, sambil menahan tangis.
Jenazah Adityawarman telah dimakamkan Sabtu (10/8/2025) pagi setelah diautopsi. Ia meninggalkan seorang istri dan empat anak, tiga di antaranya masih duduk di bangku sekolah.
Kini, publik menanti jawaban: apa motif sebenarnya di balik pembunuhan yang mengguncang dunia pers Bangka Belitung ini?







Comment